Selasa, 17 Maret 2015

. AL.GAHaZALI "MENCARI MAKRIFAH .Alih Bahasa Thaha .PENERBIT PUSTAKA PANJIAMAS JAKARTA 1990 . ALGAHaZALI "MENCARI AL.GAHaZALI "MENCARI MAKRIFAH .Alih Bahasa Thaha .PENERBIT PUSTAKA PANJIAMAS JAKARTA 1990 . . Namun,peristiwa-peristiwa politik berlangsung tidak seperti harapan para pendukung Ali,Ali sendiri dan kedua putaranya,Hasan danHusen,terbunuh.Sementara dominasi kekuasaan Bani Umayyah semakin kuat, Ahl al-Bait(anak cucu Nabi)tersisih dari pemerintahan.Namun teresisihnya Ahl al-Bait dari struktur pemerintahan justru menjadikan para pendukungnya semakin fanatik kepada keturunan Ali,yaitu para imam yang ajarannya wajib diikuti.Semua orang harus mengembalikan segala urudan.dunia atau agama,kepada para imam keturunan Ali itu.
Propaganda politik ini lambat laun berubah menjadi sebuah aliran keagamaan .Penyerunya disebut glolongan Bathini,karena senantiasa mendasarkan paham ajarannya kepada hal-hal yang bersifat batin,bukan kepada akal pikiran.Menurut mereka,manusia tidak munkin mencapai hakekat kebenaran hanya dengan menggunakan akal,karena wataknya berselisih sehingga hasilnya kontradiktif
Karena itu,manusia harus punya imam ma'sum(takberdosa),yang mengajarkan kebenaran dan membimbing kejalan kemashlahatan,dalam soal dunia atau agama.Mereka menolak fungsi akal secara radikal,seperti kata al-GHAZALI dibuku fadhaih al-Bathiniyyah.Mereka selalu bersandar kepada imam ma'sum,yaitu Ali-ibn Abi Thalib.
Sedangkan Para sufi,senantiasa bersandar kepada kayf dalam mencapai hakekat kebenaran.Kami tidak mengatakan,metode tasawwuf menolak fungsi akal,sebab justru dibidag kasyf ini akal memainkan peran penting dan mendasar,paling tidak,untuk memudahkan jalan menempuh kasyf.Jadi seorang menempuh jalan sufi menggunakan akal untuk sampai ke pada tingkat kasyf.
Pada masa al-GHZALI tu mbuh subur skeptisisme akibat Pergulatan akal,disamping banyaknya mazhab dan sekte yang bersaing.
Sebelum al-GHAZALI,banyak cendikiaan muslim tenggelam dalam skeptisisme dahsyat.Diantaranya al-maarif.Dia meragukan soal-soal aqidah dan agama.juga siksa dan kebangkitan jasmani.Skeptisisme al-maari lebih tepat disebut skeptisisme seorang filosuf dari pada skeptisisme seorang penyair.sebab filsafatnya lebih kuat dan populer dari pada syairnya.Walaupun al-maarif mengekpreisikan skeptisismenya dalam bentuk syair,namun ini butuh kajian dan renungan mendalam.Contoh syair al-maarif yang mengugkapkan skeptisisme dan kegelisahannya ialah,
Akal bergerak dan semua syari,at itu berita yang diikuti tanpa pembanding pengukur 1 Maksudnya.akal mempunyai bayak pilihan.Sedangkan syari,at adalah pengugkapan berita yang diterima dari generasi kegenerasi melalui taklid tanpa memfungsikan akal dan analisa logika.
. Keyakinan itu bukan keyakinan,tapi puncak usahaku,menduga salah satunya
Maksudnya,menurut al-ma'ar,puncak keyakinan adalah praduga.
Tentang ketuhanan tidak ku ketahui
Generasimu di bumi,waspadalah kebencian.
Maksudnya menurut al-Ma'ari,akal itu terbatas dan sering sesat.
Setiap yang dikenalnya,termasuk skeptisisme.
Lebih lanjut al-Ma'ari mengungkapkan skeptisismenya:
Orang Hanafiyah dihempas angin,orang kresten tak beroleh petunjuk,
Orang yahudi rapuh,orang majusu sesat.
Penduduk bumi ada dua pertama;pertam berakal tak beragama,kedua,beragama tak berakal.
Akal menjadikan al- Ma'ari meragukan keyakinan agama.Akal menolak sesuatu yang tidak diketahui.Karena itu.al-Ma'ari membagi manusia dua macam,yaitu,yang beragama tapi tidak berakal,dan yang berakal tapi tidak beragama.Seolah-olah akal tidak dapat berkompromi dengan agama.
Tiada kebangkitan diharapkan'tuk pahala,
Dalam hal ini aku tak mendengar canda pengakuan berlawanan.
Mungkinkah raga diajak kepada kebahagiaan abadi,
. setelah hancur bertebaran dihempas angin.
Maukah panggung memikul beban,
yang mungkin dapat dengan mudah.
Bait-bait sya'ir tersebut menggambarkan ekspresi skeptisisme al-Ma'ari tentang kebangkitan jasmani diakhirat.Maka tidak heran bila al-GHAZALI meragukan kemampuan indra dan akal.
. . Skeptisisme telah berkembang menyebar pada madanya.Indra dan akal menjadi pusat keraguan dalam mencari kebenaran.
Tampaknya,skeptisisme mengusai para pemikir yang haus kebenaran.
Sebagaimana al-GHAZALI dan al-Ma'ari,demikian al-Hamzani,yang mengakui teologi islam.Ia mencari kebenaran dengan membebaskan diri dari jeratan taklid,sehingga nyaris tersesat.
Katanya"saya berada di ujung kehancuran dan tentu segera binasa,jika tidak ada pertolongan dan rahnat Allah.Ini karena saya mendalami Ilmu kalam dengan harapan dapat terlepas dari jeratan taklid,dan bebas menggunakan akal.Tapi saya gagal sama sekali.
Paham perbagai mazhab membuat saya ragu sehingga terjebak dalam suatu keadaan yang tak perlu saya ceritakan disini.Radanya,
Itu tak perlu didengar orang lain,Karena itu bisa menimbulkan bahaya besar.Saya bingung.Hidup saya goncang.Terakhir saya beroleh petunjuk dan bimbingan menuju jalan yang bersih.
Jelas, skeptisisme al-GHAZALI.al-Ma'ari dan al-Hamzani,akibat bayaknya mazhab dan keangkuhan mencapai kebenaran dengan akal.Tetapi.al-GHAZALI dan al-Hamzani berbada dari ai-Ma'ari.Mereka meninggalkan pemikiran bebas,pindah ke metode dzawg dan kasyf.Sedangkan al-Ma'ari tetap dilingkaran akal yang dipergunakan secara bebas.
Al-GHAZALI sendiri dibesarkan di lingkungan Asy'ariyah dan kaum sufi,sehingga membela pendapat Asy'ariyah mengenai Allah,akal dan Qur-an tetapi.Tetapi.ia tidak mengesampigkan akal,karena dapat memecahkan berbagai soal.meskipun tidak mampu menjangkau soal ketuhanan yang metafisik.
1.AL-Luzumiyah,jilid 11,h.32
2.Ibid,h,36
3.Ibid,h,105
4.Ibid,h, 301
5.Ibid,h,292
6.Zubdad al-Hagaik,h,6,
Bab Dua
KeHIDUPAN AL-GHAZALI
Masa belajar
Muhammad bin Ahmad al-GHAZALI,populer dengan panggilan Abu ,Hamid al-GHAZALI.Ada dugaan,kata al-GHAZALI berasal dari Ghazalah,desa dihurasan iran,tempat dimana "-GHAZALI dilahirkan.Ada pendapat lain,al-GHAZALI berasal dari Ghazal al-Shaf,berarti pemintal benang wool,profesi ayah Imam al-GHAZALI untuk menghidupi keluarga.Jadi,sebutan al-GHAZALI berasal dari dua Ghazala.
Al-GHAZALI lahir di Thus,kota kecil diIran.Ayahnya mati ketika ia masih kecil.Sebelum mati ayahnya menitipkannya kepada sahabatnya,seorang sufi agar diurus dan dididik bersama adiknya.Diserahkan pula sejumlah uang simpanan.Pesannya,Jika uang itu habis,ia berharap kedua anaknya hidup mandiri dengan jalan mengajar.Semua pesan itu dipenuhi dengan baik oleh sahabatnya.Al-GHAZALI masuk sekolah Ahmad al-Razkani di Thus.Disini ia belajar ilmu figh secara luas.semangatnya menuntut ilmu tinggi.Ia pun pergi ke Naisabur,menuntut ilmu lebih luas.Disana ia belajar ilmu lebih mantik(logika) dan ilmu kalam(teologi)dari al juwayni,dikenal dengan imam al-Haramayn.Ia mempunyai kecerdasan tinggi karena pandai menggunakan logika.Kemampuannya menguasai ilmu dan diskusi ilmiah diakui oleh teman-temannya.Ia sendiri menyadari kemampuan dan kelebihannya itu.Ia membuat gurunya.al-juwayni,merasa terugguli secara diam-diam.

Senin, 23 Februari 2015

Salleh

Salleh adalah jajan khas masalembu yang di daerah lain tidak ada mungkin ada di daerah lain tapi rasanya tidak seenak sallem keluaran masalembo